Matah Ati – 2 at SEPTEMBER 17, 2012
Babak # 4
Adegan 9 [Nonton Wayang]
Raden Mas Said dan para punggawa baku melintas di keramaian pagelaran wayangdi sebuah desa yang bernama Matah. Tiba-tiba Raden Mas Said melihat cahaya yang berasal dari pengasihan seorang gadis yang sedang tertidur lelap. Kemudian Raden Mas Said menghampiri dan meninggalkan tanda ikat kepalanya di bagian tubuh yang mengeluarkan cahaya itu. Suatu perlambah bahwa Raden Mas Said menyampaikan ketertarikan hati terhadap si gadis. Sebuah sinyal yang menandakan bahwa gadis itu di kemudian hari akan menjadi belahan jiwa dan merupakan bagian dari kekuatan dirinya. Maka terjawablah sudah pertanyaannya kepada Tuhan, bahwa benar, Gadis inilah yang waktu itu dating saat raden Mas Said melakukan tapa brata.
Adegan 10 [Kasmaran]
Rubiyah dilanda rasa kasmaran, merasakan Raden Mas Said benar-benar nyata da hadir di haribaannya. Betapa bahagianya Rubiyah, karena impian, dambaan serta angan-angannya seolah menjadi kenyataan.
Babak # 5
Adegan 11 [Pedesaan]
Suasana desa Matah yang menggambarkan keceriaan, kelucuan serta keluguan masyarakatnya yang jenaka degan penuh gelak tawa
Adegan 12 [Pesanggrahan]
Tiba saatnya Rubiyah dating ke pesanggrahan, diterima oleh punggawa baku untuk dicoba kanuragan dan ketangkasannya. Setelah berhasil melakukan fase itu, Rubiyah dihadapkan kepada Raden Mas Said. Sambil berlatih kanuragan dan olah perang bersama, mereka tenggelam dalam jalinan sutra asmara dan rindu yang tidak pernah bertepi.
Adegan 13 [Pembayatan Rubiyah]
Suasana pengangkatan Rubiyah menjadi panglima perang. Rubiyah mengatakan siap memimpin perang dan Rubiyah diberi nama “Matah Ati” (yang berarti melayani hati sang pangeran)
Babak # 6
Adegan 14 [Tari Bedaya]
Tari bedaya adalah tarian ritual sebagai ekspresi persebahan pada semangat peperangan yang akan digelar dan kerelaan akan menghadapi kematian
Babak # 7
Adegan 15 [Perang Besar]
Akhirnya pecahlah perang besar, yang menewaskan banyak saudara. Politik Belanda devide et impera atau strategi licik akhirnya memecah belah kerukunan dan persatuan rakyat. Namun kali ini, peran laskar putrid yang dikomandani Matah Ati, membawa kemenangan di pihak Raden Mas Said. Meski dalam euphoria kemenangan, Raden Mas Said tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Menang di medan peperangan namun adanya perpecahan, tetapi berakhir dengan kepedihan nestapa.
Babak # 8
Adegan 16 [Pesta Agung]
Pesta Agung adalah pesta memaknai dan merayakan kemenangan atas perang yang dipimpin oleh Raden Mas Said. Kemenangan Raden Mas Said juga berarti kemenangan rakyat. Pada waktu yang bersamaan diadakan pula pesta pernikahan agung antara Raden Mas Said dengan Matah Ati
Adegan 17 [Bercinta]
Setelah pesta usai, tiba saatnya Raden Mas Said memadu kasih dengan Matah Ati, menyatukan gejolak cinta dan kerinduannya di malam pertama, serta mensyukuri rahmat Gusti Allah. Mereka saling berserah diri dalam pusaran asmara. Mereka berhasrat menurunkan generasi penerus yang akan menjadi Ksatria Utama dan bakti utuk membela keadilan bagi rakyat dan bangsanya
Tamat
Komentar
Posting Komentar