Kewajiban orang tua ngumpulin duit, tugas anak ngabisin duit at JULY 10, 2012

Judulnya cukup kontroversial loh…
Tapi sebernya apa yaaaa….??? Yuk disimak tulisan saya yang ini…
Orang tua sudah dari sononya diwajibkan untuk bertanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarga termasuk juga kebutuhan anak yang item nya ga tanggung-tanggung buanyak nya. Ga percaya…???
Coba di itung mulai anak brojol, terlahir ke dunia. Beaya persalinan normal angkanya sudah jutaan apalagi yang persalinan Caesar, bisa puluhan juta. Terus, pengeluaran buat beli susu, imunisasi, popok, baby sitter dan lain-lain. Di usia 3 tahun-an udah mulai dimasukin play group, yang lagi-lagi beaya masuknya banyak yang mahal juga. Tapi sebenernya ikutan PAUD sih udah cukup menurut saya, kan konsepnya masih main-main, adaptasi dengan lingkungan dan orang-orang di luar keluarga dekat. Usia 5 tahun mulai deh, masuk TK terus lanjut ke SD, SMP, SMA yang pastinya nominal angka buat beaya pendidikan bisa bikin mata melotot, hidung lupa napas, mules tapi syukurlah ga kena serangan jantung. Hehehe, dramatisasi banget… 😛
Setelah lulus sekolah, mulai deh lebih banyak lagi yang musti dipenuhi buat anak tercinta, beaya kuliah, uang jajan, uang transport termasuk juga uang pacaran loh. Belum lagi gadget yang musti ada sebagai penunjang aktivitas anak.
Jadi….bener kan, judul tulisan saya…??? *Kedip-kedip, minta persetujuan* 😛
Sekarang, kita oprek lagi sisi yang lain dari judul tulisan di atas.
Orang tua selalu berusaha memberikan yang terbaik buat anak cuman seringnya malah jadi mendikte, sok tau dan ngatur pilihan anak. Saya dulu juga pernah merasa gitu loh dan sepertinya ga hanya saya.
Menurut saya sih, orang tua memang harus memberikan yang terbaik buat anak tapi jangan kebablasan mendikte ataupun tutup mata terhadap pilihan-pilihan anak. Orang tua sebisa mungkin memfasilitasi pilihan anak alias memberi fasilitas sebaik mungkin terhadap pilihan anak agar punya lebih banyak referensi tentang hidup.
Biarkan anak punya pengalaman terhadap pilihannya, pantau anak dari jarak dan tempat yang cukup aman bagi orang tua sekaligus nyaman buat anak, biar si anak tidak merasa dimata-matai ma orang tua nya. Bijak jadi orang tua dengan cara tarik ulur, berilah ruang gerak pada anak sekaligus ajarkan tanggung jawab yang sesuai dengan porsinya.
Nah, bicara tentang fasilitas pasti mengarah pada dana ketersediaan fasilitas donk. Hehehe, lagi-lagi mata melotot, hidung lupa napas, mules dan berkunang-kunang yah… 😛
Fasilitas yang diberikan bagi anak, memang harus dipertimbangkan lagi. Sekarang si anak sudah berada di jenjang pendidikan universitas, lebih baik mulai diajak untuk berdiskusi, berpikir dan belajar menerima konsekuensi. Biarkan anak menjelaskan dan memberikan argumen nya, sedangkan orang tua yang akan memberikan fakta dan logika nya.
Misal nih, si anak ingin nyoba usaha kaos distro terus minta modal ma orang tua. Sebaiknya musti jelas dana yang dibutuhkan, dibelanjakan apa, berapa banyak, dan sebagainya. Modal usaha kaos distro kan butuh dana juga, yang notabene minta orang tua. Hehehe, keluar duit lagi deh si orang tua.
Akhir kata…
Bener/ga judul tulisan saya ini…???
Semoga memberi pencerahan…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mendadak galau… at JULY 2, 2013