Cerai…. ??? at JUNE 20, 2012

Sidang cerai Bima di Jakarta, awal bulan depan loh,” tulis sahabat saya di BBM
Apaaaaaaaaaaaaaa….!!!!! Jadi cerai nya…? Seriusan…?
Hohoho, itulah sepenggal kutipan BBM saya dan sahabat. Kita berdua sudah pernah dengar kabar Bima akan bercerai sejak 2 bulan lalu. Cuman kita ga yakin bakal cerai beneran jadi begitulah reaksi saya mendengar kabar perceraian Bima.
Let me ask everyone in the world, who’s wanna a divorce…??? Orang bule aja yang lebih sekuler, tidak menginginkan perceraian. Apalagi kita yang di Indonesia, yang seringkali disebut sebagai bangsa yang beragama, yang kaidah adatnya kuat, bla la bla (saking banyaknya). Hehehe… 😛
Menurut kamus besar bahasa Indonesia cerai adalah putus hubungan sebagai suami-istri; talak. Pasangan yang sudah terikat pernikahan (sah dan tidak) akan hidup sebagai single tapi tentunya dengan sebutan baru sebagai janda/duda yah. Biasanya mereka sudah tidak tinggal serumah lagi, sudah tidak ada lagi komitmen bahkan ada yang tidak berkomunikasi.
Jadi kenapa donk, pasangan bisa bercerai?
Alasannya pasti banyak, bisa segunung everest deh! Hehehe,lebay… 😛
Alasan yang paling sering digunakan sih karena tidak ada kecocokan lagi. Ya memang bener sih, kalau masih cocok kan tidak mungkin cerai. Masih cinta-cinta an, sayang-sayangan… 😛
Nah, ketidakcocokan itu sendiri banyak banget sub alasannya, mulai dari urusan besar hingga urusan kecil, dari urusan duit hingga urusan ranjang. Ketidakpuasan karena pendapatan suami kecil, sakit hati karena pasangan selingkuh, campur tangan orang luar dalam keluarga bisa jadi alasan bercerai. Andaikan bikin survei, pasti alasan yang muncul lebih heboh lagi. Ada yang bersedia…??? 🙂
Saya ingat banget ada alasan, yang menurut saya sederhana malah bikin bercerai loh. Si suami menceraikan istri dan menikah dengan wanita lain (hanya) karena dia mendapatkan perhatian kecil dari istri baru seperti memasangkan dasi tiap pagi, membangunkan dengan tepukan halus di pipi, menyediakan diri untuk mendengarkan cerita suaminya saat pulang kantor.
Jadi sebenernya, perceraian bukan melulu karena hal besar kan…???
Para pasangan harus lebih sensitif mengenali dan lebih cerdas mengidentifikasi kebutuhan pasangan masing-masing. Terkadang, hal-hal kecil yang sederhana malah jadi bumerang dalam pernikahan.
Sesuatu yang kita anggap rutinitas bisa menimbulkan kebosanan karena dilakukan sebagai sebuah suatu yang memang harus dilakukan. Sudah tidak ada lagi nyawa atapun rasa dalam melakukan aktivitas tersebut.
Buat para pasangan menikah, review lah kembali perjalanan pernikahan Anda setelah sekian tahun. Adakah Anda merasa aktivitas yang Anda lakukan, hanyalah sekedar rutinitas belaka…? Masihkan ada nyawa dalam aktivitas tersebut…?
Bijaklah menjadi pasangan bagi pasangan Anda…Good luck…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mendadak galau… at JULY 2, 2013