Matah Ati -1 at SEPTEMBER 17, 2012
Senin Malam, 10 September 2012… Seminggu yang lalu…
Pagelaran Matah Ati, di Pamedan – Halaman Istana Mangkunegaran, Solo
Babak Pembukaan
Prolog
Laskar Prajurit Putri, pejuang yang siap menunggu perintah pimpinan untuk menumpas keangkarmurkaan demi kesejahteraan rakyat. Laskar Prajurit Putri ini mengekspresikan kaum perempuan Jawa di abad 18 yang sudah punya peran secara historis dalam perlawanan melawan penjajah Belanda. Kesetaraan antara lelaki dan perempuansudah terjadi dalam memerangi keangkaramurkaan.
Babak # 1
Adegan 1 [Adegan Dupa]
Rubiyah, penari yang gemulai, sedang bermimpi menjadi seorang putrid ningrat. Kemudia, ia sadar bahwa semua hanyalah angan-angan. Gundah gulana hatinya, ia berdialog dengan dirinya sendiri. Dengan usianya yang telah beranjak dewasa, ia tumbuh menjadi gadis desa cantik yang menyimpan pertanyaan-pertanyaan atas pertumbuhan dan perubahan dirinya.
Adegan 2 [Dolanan]
Situasi pedesaan Jawa, tempat Rubiyah dilahirkan dan bertempat tinggal, penuh dengan suasana riang anak-anak bermain dan bernyanyi. Suasana yang mengekspresikan bagaimana anak-anak Jawa di masa lalu bermain sambil menyanyikan tembang dolanan.
Adegan 3 [Arak-arakan Raden Mas Said]
Rombongan Raden Mas Said dan para panglima (punggawa baku) beserta eyang Koesumonarso (Eyang Raden Mas Said) melintasi desa Matah. Momen Raden Mas Said tergetar hatinya melihat seorang gadis (Rubiyah)
Adegan 4 [Nasihat untuk Rubiyah]
Setelah Rubiyah melihat lintasan rombongan para bangsawan, tergetar hatinya melihat ksatria, begitu agung, berwibawa. Getar hatinya, menumbuhkan kasih yang dalam, sikap Rubiyah yang sedang kasmaran, diingatkan bapaknya, untuk menjauhkan angan-angan untuk memiliki bangsawan ksatria, karena kita hanya orang desa
Babak # 2
Adegan 5 [Adegan Bertapa]
Ketika Raden Mas Said melakukan tapa brata memohon kekuatan kepada Tuhan YME, ia digoda oleh figure wanita yang menggairahkan. Raden Mas Said tidak bergeming sedikitpun. Kemudian Tuhan menitiskan seorang gadis dalam semedinya yang menggetarkan hatinya, sukma raden Mas Said keluar dari tubuhnya dan menari bersama gadis itu. Raden Mas Said bertanya, “Apa maksud Tuhan mengirimkan gadis itu?”
Adegan 6 [Tiji Tibeh]
Untuk meningkatkan kesatuan dan kekuatan prajurit, Raden Mas Said mengajak para prajurit mengucapkan sumpah pamoring kawula “TIJI TIBEH, Mati Siji, Mati Kabeh, Mukti SIji, Mukti Kabeh” (Mati satu, mati semua, Mulia satu, Mulia semua). Demi menumpas keangkaramurkaan seerta membela keadilan saudara dan bangsa
Adegan 7 [Perang Gagal]
Pasukan Belanda menyerang pasukan Raden Mas Said. Namun karena pasukan Raden Mas Said lebih sedikit jumlahnya maka pasukan Raden Mas Said mundur untuk mengatur strategi selanjutnya. Para lascar perempuan yang menyamar menjadi petani, bergabung dengan pasukan Raden Mas Said.
Babak # 3
Adegan 8 [Adegan Pecut Besar]
Prajurit pro Belanda memainkan pecut. Pecut menjadi suatu symbol untuk mendorong dan meningkatkan semangat perang dan lambing kekuatan yang arogan
Bersambung ……..
Komentar
Posting Komentar